Piala Dunia 2010 Terancam Krisis Listrik
PORT ELIZABETH – Perhelatan akbar Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan kembali dibayangi masalah baru. Setelah sebelumya masalah infrastruktur dan keamanan menjadi sorotan, krisis listrik yang tengah dialami Port Elizabeth membuat even sepak bola terbesar sejagat itu terancam gelap gulita.
Sebagai kota wisata, Port Elizabeth, Afsel memang mempunyai panorama eksotis yang banyak memancing turis mancanegara. Satu malam yang hangat di akhir Desember 2009, warga domestik dan sejumlah turis asyik menikmati suasana kota. Sebagian di antara mereka menghabiskan waktu di bar ataupun restoran hip. Sebagian lagi memenuhi pusat perbelanjaan elite yang terletak di kota wisata tersebut. Banyak pula yang hanya berjalan-jalan menyusuri pesisir pantai menikmati indahnya malam.
Tiba-tiba listrik di seluruh kota padam. Port Elizabeth gelap gulita. Restoran dan mal yang punya generator memang bisa langsung menyalakannya. Namun, aktivitas sebagian besar warga otomatis berhenti seketika. Parahnya, listrik padam tersebut berlangsung hingga beberapa jam kemudian dan baru menyala menjelang pagi.
Bisa dibayangkan betapa berbahanya jika hal itu terjadi saat pertandingan sekelas Piala Dunia 2010 tengah berlangsung Juni mendatang. Apalagi, Port Elizabeth merupakan salah satu kota host PD. Jika listrik padam saat Nelson Mandela Bay Stadium sedang menghelat salah satu laga, tentu bakal terjadi keributan. Suasana di luar stadion juga bakal kacau.
Hal tersebut bukanlah kekhawatiran tanpa alasan, tapi sangat mungkin terjadi. Hal itu disebabkan, Afsel kini sedang kekurangan pasokan listrik. Kondisi itu diprediksi berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Belum ada jaminan bahwa Piala Dunia akan bebas dari masalah tersebut. Listrik pun menjadi perhatian serius FIFA dan Eskom (perusahaan penyedia listrik di Afsel) di samping masalah keamanan dan infrastruktur lainnya.
Menurut juru bicara FIFA yang enggan disebutkan namanya, panitia lokal cukup meyakini bahwa krisis listrik tidak akan berdampak pada penyelenggaraan Piala Dunia 2010. Terutama karena setiap stadion, termasuk Nelson Mandala Bay, punya generator besar yang siap menyuplai penerangan di dalam venue.
“Sebagai tambahan, pemerintah dan Eskom telah menjamin bahwa sumber listrik di seluruh negeri akan dioperasikan secara maksimal selama Juni Juli. Itu adalah bentuk dukungan mereka buat PD,” terang juru bicara FIFA tersebut seperti dikutip Telegraph.
Krisis listrik di Afsel terjadi sejak dua tahun lalu, ketika terjadi kerusakan mesin pembangkit. Akibatnya, listrik padam selama sepekan. Berbagai kegiatan dan industri berhenti beroperasi. Termasuk tambang-tambang minyak dan emas yang jadi penggerak roda ekonomi Afsel. Negeri tersebut menderita kerugian jutaan dolar.
Karena itu, ketika mesin selesai diperbaiki, Eskom memprioritaskan aliran listrik untuk industri berat. Konsekuensinya, pasokan listrik untuk rumah tangga dan kota-kota dipangkas. Listrik padam jadi makanan sehari-sehari warga.
Sebenarnya, saat resesi ekonomi menghantam dunia pada 2009, Afsel bisa sedikit menghemat listrik. Sebab, banyak kegiatan ekonomi warga yang memanfaatkan listrik terhenti. Nah, seiring dengan berlalunya krisis global, konsumsi listrik oleh warga meningkat lagi. Jika kondisinya terus seperti ini, beberapa kota di Afsel, termasuk Port Elizabeth, bakal kehabisan pasokan listrik.
Kalau sudah begini, tidak ada yang bisa dilakukan pemerintah kecuali mengimbau warga untuk berhemat. Salah satunya lewat iklan radio dan banner-banner di pinggir jalan.
“Iklan hemat listrik adalah upaya standar kami untuk meminta warga ikut menghemat listrik. Kontribusi mereka sangat efektif. Itu akan menjamin bahwa PD 2010 berjalan sesuai dengan yang kita inginkan,” papar Aliwe Lester, general manager Eskom.
Filed Under: FIFA World Cup • Serba-serbi






